Setuju kah anda bila Ibukota Negara Indonesia di pindahkan dari Jakarta ke luar pulau? Berikan jawaban anda disertai dengan alasannya.
Walaupun Pemindahan ibu kota syaratnya tidak segampang menunjuk suatu daerah karena daerah Ibukota Negara harus berada di tengah – tengah Indonesia. Ada syarat yg musti di cukupi terlebih dahulu:
1. Secara fisik dasar : tidak rawan gempa, topografi merata, akses sumber air bersih ada.
2. Secara sarana prasarana : ada jalan tingkat propinsi yg layak, rel kereta, listrik yg stabil, jalur komunikasi yg lancar, dan noda transport seperti airport en pelabuhan laut.
3. Di satu sisi kota tersebut juga harus mempuyai sumber daya yg dapat menghidupi kota itu bisa dari sumber daya alam atau sumber daya manusia.
Syarat-syarat terutama listrik dan komunikasi harus full 24 jam setahun penuh karena ibukota sebagai fungsi pemerintahan menjadi ‘command centre’ kebijakan negara tercinta kita ini.
Dulu saya pernah baca artikel bahwa Sukarno pernah berencana memindahkan Ibukota ke Palangkaraya. Karena, palangkaraya itu tepat berada di tengah Indonesia..
Alasan kenapa Jakarta tak layak manjadi ibukota Negara adalah sebagai berikut
Permukaan Tanah Jakarta Turun 40 Cm Selama 18 Tahun
Nadhifa Putri – detikNews “Penurunan tanah menurut hitungan selama 18 tahun terjadi 40 cm. Ada bukti yang mengatakan, di tempat tertentu di Jakarta penurunan permukaan tanah mencapai 1,2 meter dalam 20 tahun. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Hal tersebut ia sampaikan dalam jumpa pers usai menerima Presiden SBY di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
Foke mengatakan, tingginya penurunan permukaan tanah dikarenakan adanya penyedotan air dalam skala besar. Untuk mengantisipasi masalah ini, Pemprov akan menjamin sustitusi pasokan air.
“Supaya orang tidak perlu lagi memompa air dalam-dalam, dan itu perlu pengamanan suplai air baku dari Jatiluhur ke Jakarta,” kata Foke.
Foke menambahkan, Presiden SBY telah meminta Pemprov DKI berkoordinasi dalam hal substitusi air. “Substitusi ini harus ada melalui sumur air resapan,” ujar Foke. Setiap bangunan di Jakarta, menurutnya, wajib membangun sumur respan demi mencegah penurunan permukaan tanah.